Berita & Artikel
Dapatkan informasi terkini seputar kegiatan, kajian, dan rilis pers resmi dari Persatuan Pelajar Indonesia Komisariat Hiroshima.

Program Beasiswa Bidik Anak Negeri PPI Hiroshima Masuk dalam Program TVRI World
Higashi-Hiroshima (8/1) - Persatuan Pelajar Indonesia Jepang Komisariat Hiroshima (disingkat PPIH) melalui program Beasiswa Bidik Anak Negeri 2024 masuk dalam program ‘Starting Point’ di TVRI World. Program yang berdurasi 15 menit tersebut ditayangkan secara Live melalui kanal resmi TVRI saluran dua. Adapun perwakilan PPIH yang diwawancara secara langsung adalah Ketua PPIH, Adrian Hilman. Dalam kesempatan tersebut, Adrian menyampaikan bagaimana program beasiswa jagung tersebut dimulai dan dapat berkolaborasi dengan petani local di Hiroshima. Dia juga menyampaikan kenapa harus jagung yang menjadi komoditas utama sebagai produk hasil pertanian dalam beasiswa bidik anak negeri PPIH. “Kita mengetahui bahwa jagung merupakan bahan utama pangan selain beras bagi warga lokal. Selain itu, kita menawarkan jagung putih yang tingkat kemanisannya melebihi jagung kuning namun masih dibawah ambang batas manis pada produk pangan. Jadi, jagung yang kami tawarkan aman untuk dikonsumsi.” Tambahnya. Dalam penyampaiannya, Dia juga mengatakan bahwa jumlah penerima beasiswa tahun 2024 sebanyak dua puluh orang dari siswa SMA/SMK sederajat yang memiliki prestasi namun kurang mampu dalam ekonomi yang mendaftar dari Sabang hingga Marauke. “Tingkat pendaftaran tahun ini meningkat hingga tujuh puluh lima siswa dari berbagai daerah yang ada di Indonesia.” ucapnya. Pada kesempatan lain, Adrian menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada pihak Wakai Farm.my selaku counterpart yang telah menjalin kolaborasi sejak 2023, Fahmi, Wakai san, Mako san, dan Hayato kun. Selain itu, program ini tidak akan berjalan tanpa adanya kerja keras dari Bidang Eksternal PPIH yang dipimpin oleh Dita Pelawi serta anggota yang membantu mensukseskan kegiatan ini, Yughie dan Salma. Ayo, kita berkontribusi membantu Pendidikan di Indonesia dengan berkolaborasi dengan berbagai pihak di luar negeri!

PPI Hiroshima Komitmen Menguatkan Ketahanan Riset Menuju Kedaulatan Bangsa
Higashi-Hiroshima (6/29) - Persatuan Pelajar Indonesia Jepang Komisariat Hiroshima (disingkat PPIH) melalui Bidang Kajian Strategis (Kastrat) bersama Hiroshima University Alumni Association Indonesia (HUAAI) sukses mengadakan Kajian Sore (KARE) melalui media daring yang dimoderatori oleh Ketua Bidang Kastrat, Ika Yuni Rachmawati. Sebanyak kurang lebih tiga puluh peserta mengikuti kajian dengan topik ‘Peran Akademisi dalam Menguatkan Ketahanan Riset Menuju Kedaulatan Bangsa’ yang disampaikan oleh Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian UGM sekaligus alumni Hiroshima University, Prof. Dr. Ir. Djagal Wiseso Marsono, M.Agr. Dalam pemaparannya, Prof. Djagal menyampaikan bahwa kondisi dunia akademik Indonesia saat ini yang berada pada titik terendah di IPTEK, inovasi, kualitas & kuantitas SDM, kolaborasi dan karakter professional menuntut perubahan besar secara massif dalam mengeluarkan kebijakan penguatan dunia akademik Indonesia. “Beberapa strategi yang dapat diterapkan dalam rangka menguatkan dunia akademik Indonesia dapat dimulai dari bidang intelijen, regulasi, kelembagaan, anggaran, infrastruktur, dan jejaring kolaborasi,” ucapnya. Strategi yang dituangkan diharapkan dapat menguatkan ketahanan riset Indonesia menjadi semakin kokoh, hingga mewujudkan kedaulatan bangsa. Prof Djagal juga menyinggung kondisi pertumbuhan SDM Indonesia dalam lulusan doctor dari dalam dan luar negeri yang masih sangat rendah dibandingkan negara lain. Selain itu, Prof Djagal juga menyampaikan data statistik jumlah dosen aktif saat ini yang tersebar di seluruh Indonesia berdasarkan jabatan fungsional, dimana posisi Asisten Ahli masih menempati urutan terbanyak dibandingkan dengan lektor, lektor kepala, dan guru besar. Pada slide berikutnya, menariknya Prof Djagal menampilkan posisi Indonesia pada beberapa perankingan tingkat internasional seperti Global Innovation Index 2023 dan The World’s Most Talents Competitive Countries 2023. Di akhir presentasi, Prof Djagal mengajak seluruh peserta untuk dapat mengupayakan bersama-sama pemerintah serta stakeholder terkait dalam menguatkan strategi di berbagai bidang guna meningkatkan ketahanan riset dalam mewujudkan kedaulatan bangsa. Sudah siapkah Anda bergabung di dunia Akademik Indonesia bersama kami?

PPI Hiroshima Panen Jagung untuk Beasiswa Anak Negeri di Wakai Farm
Fukuyama (6/9) - Persatuan Pelajar Indonesia Jepang Komisariat Hiroshima (disingkat PPIH) bersama dengan warga lokal sukses memanen jagung untuk beasiswa di Wakai Farm, Fukuyama. Sebanyak kurang lebih lima ratus jagung telah dipanen pada tahap pertama. Acara panen jagung kali ini dihadiri oleh perwakilan Pemerintahan Fukuyama, guru dan murid SMA Negeri Fukuyama, serta ketua umum PPI Jepang. Walaupun dalam kondisi hujan rintik, acara tetap dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan sambutan dari undangan yang hadir. Acara ini merupakan bentuk rangkaian kegiatan dari program Beasiswa Bidik Anak Negeri 2024. Setiap tahunnya, PPIH memberikan bantuan dana pendidikan kepada siswa SMA/SMK sederajat di Indonesia yang memiki kemampuan akademik namun keterbatasan finansial. Adapun calon penerima beasiswa merupakan siswa aktif yang berasal dari Sabang sampai Merauke. Pada sambutan pertama, perwakilan Pemerintahan Fukuyama, Sato-san, mengucapkan terima kasih atas kegiatan yang dikolaborasikan dengan petani lokal di fukuyama, Wakai Farm. Kemudian dilanjutkan pada kesempatan kedua, Wakai-san, sebagai pemilik Wakai Farm yang memberikan apresiasi kepada PPIH atas usahanya untuk mengadakan program ini di tahun 2024. Dia juga akan terus mendukung program yang sama di tahun mendatang. Di kesempatan ketiga, Adrian Hilman, Ketua PPIH menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pengurus PPIH terutama bidang eksternal yang telah berjuang dari awal hingga hari panen jagung. Dia juga menyampaikan bahwa program ini merupakan jembatan penghubung yang baik bagi Indonesia dan Jepang di bidang pertanian dan Pendidikan. Dalam sambutan Ketua PPI Jepang, Fadliansyah Farid, menyampaikan bahwa program ini layak untuk dilaksanakan di setiap komisariat sebagai bentuk komunikasi kepada warga lokal dengan kolaborasi dalam bentuk program yang bermanfaat bagi kedua belah pihak. Dia juga menyampaikan bahwa program ini harus terus dilanjutkan untuk tahun-tahun berikutnya. Ditambah, program ini telah memenangkan kompetisi PPIJ Awards 2024 sebagai peringkat pertama dalam kategori Yukawa (akademik). Acara panen jagung tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Kini, PPIH menampilkan tari tradisional dari melayu, tari persembahan sebagai pembuka acara sebelum memulai panen bersama. Kemudian setelah acara makan siang dilanjutkan dengan penampilan orkestra angklung dan tari topeng. Selain itu, banyak dari warga Indonesia yang hadir mengambil kesempatan untuk membeli sayuran tropis yang ditanam di Wakai Farm.

PPI Hiroshima Ajak Siswa SMA di Indonesia untuk Lanjut Studi Keluar Negeri
Higashihiroshima (6/8) - Persatuan Pelajar Indonesia Jepang Komisariat Hiroshima (disingkat PPIH) telah menggelar webinar seri pendidikan pertama bagi siswa SMA/SMK/sederajat di Indonesia yang diorganisir oleh Bidang Eksternal PPIH. Melalui aplikasi zoom meeting, PPIH ingin berbagi success story perjuangan alumni Hiroshima University dalam menempuh studi lanjutnya. Webinar yang berdurasi dua jam dan dimoderatori oleh Dita Pelawi tersebut menghadirkan salah seorang alumni Hirodai dengan sekaligus praktisi Pendidikan di sekolah dengan berbagai pengalaman dalam mengajak anak-anak Indonesia untuk lanjut studi keluar negeri. Dr. Tuswadi merupakan seorang guru sekolah yang telah menempuh Pendidikan hingga ke jenjang doktoral. Kini, dia berprofesi mengajarkan artinya pendidikan dan pentingnya menuntut ilmu stinggi-tinginya di bangku sekolah menengah atas. Pak Tus (sapaanya -red) pernah diundang oleh Deddy Corbudzer ke program TV di acara Hitam Putih karena sudah berhasil mengirimkan banyak putra-putri daerah untuk melanjutkan studi baik master ataupun doctor di Hiroshima University. Dalam penyampaiannya, Pak Tus menyampaikan seharusnya guru itu memiliki latar belakang pendidikan minimal doktor agar wawasannya luas. “Jadi yang harus doktor itu bukan hanya peneliti atau dosen saja, namun guru juga wajib” ucapnya menjawab pertanyaan peserta webinar. Perkembangan global saat ini meminta seorang guru juga harus ikut beradaptasi dengan ilmu pengetahuan yang terus bertambah. Pak Tus mengajak seluruh peserta yang hadir untuk memiliki sikap pantang meyerah dalam menuntut ilmu dimana pun berada. “Ilmu itu dapat mengangkat derajat kita. Jadi, jangan mudah putus asa di tengah jalan kalua sudah memulai” tambahnya. Adapun peserta yang hadir dalam webinar ini merupakan calon penerima Beasiswa Bidik Anak Negeri 2024 dan beberapa lulusan sarjana yang akan menempuh studi pasca. Semoga niat tulus peserta webinar yang hadir dan bertekad untuk lanjut studi keluar negeri diringankan langkahnya menuju kesuksesan masa depan cemerlang.

PPI Hiroshima Hadiri Exchange Meeting Bersama HIA dan KJRI
Hiroshima City (5/28) - Persatuan Pelajar Indonesia Jepang Komisariat Hiroshima (disingkat PPIH) memenuhi undangan exchange meeting dan gala dinner oleh Hiroshima Indonesia Association (HIA) di ANA Crown Plaza Hotel, Hiroshima City. Turut hadir dalam acara tersebut, Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Osaka (KJRI Osaka), Pak John beserta staf KJRI Osaka. Acara yang dimulai pukul 19.25 dibuka dengan persembahan tari jaipong dan tari Betawi dari warga Indonesia di Fukuyama. Di acara tersebut, Ketu PPIH, Adrian Hilman, turut memberikan pidato singkat tentang program proyek beasiswa jagung yang memasuki tahun kedua. Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan bahwa proyek beasiswa jagung telah menjual sekitar 820 jagung di tahun 2023 dan akan meningkat menjadi 1400 jagung di tahun 2024. Program ini telah meyalurkan beasiswa setara dengan 123.000 yen kepada dua puluh orang siswa SMA di Indonesia yang berprestasi dari kalangan miskin finansial. “Proyek ini merupakan proyek kolaborasi dengan petani di Fukuyama bernama Wakai Farm, sebagai kontribusi terhadap pengembangan pertanian Jepang dan pendidikan Indonesia yang berkelanjutan”, imbuhnya. PPIH berharap HIA juga dapat berpartisipasi dalam program ini di tahun 2024. Di sela-sela acara, pengunjung dapat menikmati hidangan nusantara ala hotel bintang lima yang disajikan tanpa alcohol dan babi di dalam masakannya.

PPI Hiroshima Selenggarakan Kajian Perkembangan Inovasi Riset di Indonesia
Higashihiroshima (5/25) - Persatuan Pelajar Indonesia Jepang Komisariat Hiroshima (disingkat PPIH) telah sukses menyelenggarakan Kajian Sore (KARE) bersama Hiroshima University Alumni Association Indonesia (HUAAI) dengan penyelenggara dari Bidang Kajian Strategis (Kastrat) PPIH. HUAAI sebagai wadah ikatan alumni Hiroshima University memiliki banyak lulusan yang kompeten dibidangnya. KARE yang dimoderatori oleh Ika Yuni Rachmawati berdurasi dua jam tersebut, menghadirkan salah seorang alumni Hirodai dengan segudang prestasi yang telah diraih sejak semasa bangku kuliah. Dr. Eng. Aditya Farhan Arif merupakan lulusan ITB yang melanjutkan studi doktoral di Teknik Kimia Hiroshima University. Kini, dia telah bekerja sebagai Kepala Departemen dari Perencanaan Perusahaan di Perusahaan Holding Tambang, Mining Industry Indonesia (MIND ID). Dalam penyampaiannya, Mas Adit (sapaannya -red) menyampaikan seputar perkembangan inovasi riset dengan contoh di industry tambang tempat dia sekarang bekerja. Penyampaiannya yang begitu sistematis dan rapi menjadikan ruangan zoom meeting tampak serius mendengarkannya. Data yang disampaikannya juga valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Kendati demikian, peserta KARE yang hadir hanya sekitar 30 orang di ruangan zoom meeting. Namun, sebagai seorang praktisi yang pakar di bidangnya, dia terus menyampaikan materi yang ditampilkan dalam 19 slide powerpoint. Semoga kita yang hadir dan juga warga PPIH lainnya dapat mengikuti jejak langkah alumni-alumni lainnya yang telah sukses dengan karirnya. #LatePost

PPI Hiroshima Berhasil Meraih Juara Pertama dalam Dua Kategori PPIJ Awards 2024
Hiroshima City (5/15) - Persatuan Pelajar Indonesia Jepang Komisariat Hiroshima (disingkat PPIH) berhasil mendapatkan juara pertama dalam dua kategori PPI Jepang Awards 2024, yakni kategori ‘yukawa’ (bidang akademis) dan kategori ‘hokusai’ (bidang seni dan budaya). Dalam ajang kompetisi yang bergengsi ini PPIH menyisihkan enam komisariat di kategori yukawa dan satu komisariat di kategori hokusai. Dengan ini, PPIH berhak membawa pulang hadiah sebesar lima puluh ribu yen di masing-masing kategori. Kedua perwakilan PPIH dalam ajang PPIJ Awards 2024, bidang seni dana budaya serta bidang eksternal bersyukur dapat mempersembahkan program unggulan terbaik. Mari bersama-sama kita sukseskan kedua program unggulan PPIH ini agar dapat bermanfaat bagi orang banyak. #LatePost

PPI Hiroshima Lolos ke Babak Final PPIJ Awards 2024
Hiroshima City (5/6) - Persatuan Pelajar Indonesia Jepang Komisariat Hiroshima (disingkat PPIH) akhirnya lolos ke babak final PPI Jepang Awards 2024 dengan dua kategori, yakni kategori ‘yukawa’ (bidang akademis) dan kategori ‘hokusai’ (bidang seni dan budaya). Dalam ajang kompetisi ini sekitar enam komisariat masuk ke babak final kategori yukawa dan dua komisariat untuk kategori hokusai. Pada babak final, perwakilan setiap program harus mempresentasikan ulasan kegiatan yang akan dilaksanakan dalam waktu 10 menit. Pada kesempatan kali ini, PPIH diwakilkan oleh Lintang Matahari Hasani sebagai ketua bidang seni dan budaya untuk kategori Hokusai dan Dita Pelawi sebagai ketua bidang eksternal untuk kategori Yukawa. Kedua perwakilan PPIH tersebut menampilkan presentasi yang sangat baik. Bahkan, seluruh pertanyaan dewan juri dapat dijawab oleh mereka di sesi tanya jawab. Mari Bersama kita doakan agar kedua program PPIH dapat menjadi Program Unggulan yang menang di PPIJ Awards 2024. #LatePost

PPI Hiroshima Menggelar Mini Workshop Angklung di HFF 2024
Hiroshima City (5/4) - Persatuan Pelajar Indonesia Jepang Komisariat Hiroshima (disingkat PPIH) telah menggelar mini workshop angklung selama dua hari pada Hiroshima Flower Festival (HFF) 2024. Dalam kegiatan workshop hari pertama yang berlokasi tepat di depan stan Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI), PPIH memainkan lagu ‘Tanah Airku’ dan ‘Rayuan Pulau Kelapa’ sebagai daya tarik kepada warga lokal untuk mengunjungi stan KJRI. Di hari kedua (5/5), PPIH memainkan lagu ‘Sakura’ yang sangat dikenal oleh warga lokal dan lagu ‘Rasa Sayange’. Namun, sayangnya karena keterbatasan waktu dan latihan, PPIH hanya dapat memainkan lagu ‘Sakura’ sebagai pengantar. Mini workshop angklung hari pertama dihadiri oleh Lintang, Rezky, Basultan, Cia, Adri, Dilla, dan Adrian. Sedangkan workshop hari kedua yang digelar PPIH beranggotakan lima orang yang terdiri dari Lintang, Basultan, Sulthan, Rezky, dan Adrian dan berlangsung kurang lebih selama dua jam sejak pukul 13.30 JST. Alunan musik yang diperdengarkan di tengah keramaian acara HFF tentunya memiliki daya Tarik tersendiri bagi warga lokal untuk berhenti dan mendengarkan sejenak. Ditambah lagi, dalam beberapa kesempatan mereka (warga lokal -red) ikut bermain Bersama PPIH membawakan lagu ‘Sakura’. Hal ini juga membuat rasa penasaran mereka yang semakin besar untuk mengenal lebih dekat kebudayaan Indonesia. Sehingga, setelah memainkan angklung, mereka akan masuk ke dalam stan KJRI.