Berita & Artikel
Dapatkan informasi terkini seputar kegiatan, kajian, dan rilis pers resmi dari Persatuan Pelajar Indonesia Komisariat Hiroshima.

Layanan Sambut & Antar Jemput Mahasiswa Baru: Langkah Pertama yang Menentukan: Dari Rasa Asing Menjadi Rasa Memiliki
Tidak ada yang benar-benar bisa mempersiapkan seseorang untuk hari pertama di negeri orang. Bahkan bagi mereka yang sudah membaca banyak panduan, menonton vlog, atau mempersiapkan diri selama berbulan-bulan, tetap saja, saat kaki benar-benar menginjak tanah Jepang, semuanya terasa berbeda. Udara yang asing, bahasa yang belum sepenuhnya akrab, dan perasaan hening yang tiba-tiba datang di tengah keramaian. Di momen inilah PPI Hiroshima hadir, bukan hanya sebagai organisasi, tapi sebagai tangan pertama yang menggenggam. Layanan sambut dan antar-jemput bukan sekadar koordinasi teknis, ini adalah bentuk empati yang diwujudkan dalam tindakan nyata. Panitia yang rela menunggu berjam-jam di bandara, memastikan tidak ada yang tersesat, membantu mengangkat koper, hingga menemani perjalanan panjang menuju tempat tinggal, semuanya dilakukan dengan satu tujuan: membuat mahasiswa baru merasa tidak sendirian. Ada percakapan-percakapan kecil yang mungkin terdengar sederhana, tapi sebenarnya sangat dalam maknanya. Tentang bagaimana menghadapi musim dingin pertama, tentang tips bertahan hidup dengan budget mahasiswa, tentang rasa rindu yang pasti akan datang. Dalam perjalanan dari bandara ke asrama, bukan hanya jarak yang ditempuh, tapi juga jembatan emosional yang mulai terbangun. Bagi mahasiswa baru, layanan ini sering kali menjadi kesan pertama tentang “Indonesia di Hiroshima”. Dan kesan itu begitu hangat. Dari yang awalnya canggung, perlahan muncul rasa nyaman. Dari yang awalnya takut, mulai tumbuh keberanian. Program ini mengajarkan satu hal penting: bahwa di tempat sejauh apa pun kita pergi, selalu ada rumah yang bisa kita temukan, selama kita punya satu sama lain.
.jpg)
PPI Hiroshima Gelar Diskusi Kritis bersama Rocky Gerung, Menakar Masa Depan Indonesia di Persimpangan Etika dan Rasionalitas
Higashihiroshima, Jepang — Perhimpunan Pelajar Indonesia Jepang Komisariat Hiroshima (PPI Hiroshima) kembali menghadirkan ruang dialog intelektual melalui gelaran Winter Talk 2025 pada Senin, 1 Desember 2025. Acara ini dihadiri lebih dari 150 diaspora Indonesia di Jepang, mulai dari mahasiswa, akademisi, peneliti, hingga pekerja profesional. Ketua PPI Hiroshima, Reza Abdullah, menyampaikan antusiasme peserta sangat tinggi. “Peserta tidak hanya dari Hiroshima, tetapi juga dari Tokyo, Okayama, Yamaguchi, Kyoto, Yokohama, dan wilayah lain,” ujarnya. Mengangkat tema “Peran Diaspora Indonesia di Jepang: Dinamika Kebangsaan & Tantangan Kontemporer,” Winter Talk menghadirkan pemikir nasional dan filsuf publik Rocky Gerung sebagai pembicara utama. Banyak peserta menyebut forum ini sebagai momentum langka. Salah satu peserta berkomentar, “Diskusi seperti ini sulit ditemukan di luar negeri—ini kesempatan untuk berpikir bersama.” Diskusi berlangsung hampir tiga jam dan terbagi menjadi tiga segmen: Identitas Kebangsaan, Generasi Muda dan Indonesia Emas 2045, serta Tantangan Kontemporer dalam Politik dan Etika Teknologi. Membuka pemaparannya, Rocky menyampaikan pandangannya tentang identitas bangsa. “Identitas itu bukan label yang ditempelkan, tetapi proses yang terus dibentuk oleh rasionalitas, memori sejarah, dan keberanian berpikir,” tegasnya. Ia menambahkan, “Bangsa tidak diukur dari harga pasar, tetapi dari akal sehat dan martabatnya.” Pada segmen kedua, Rocky mengkritisi kesiapan sumber daya manusia Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Ia menyampaikan, “Sepuluh tahun terakhir kita gagal dalam dua hal: demokrasi dan rasionalitas.” Menyinggung meritokrasi politik, ia mengingatkan bahwa kepemimpinan tidak boleh dibangun berdasarkan kepentingan elektoral semata. “Pemimpin harus melewati tiga filter: etikabilitas dulu, lalu intelektualitas, barulah elektabilitas,” katanya yang disambut tepuk tangan peserta. Segmen ketiga memperdebatkan isu hukum, otoritarianisme, dan perkembangan kecerdasan buatan (AI). Rocky memperingatkan implikasinya terhadap masa depan kemanusiaan. “Robot bisa menjawab pertanyaan, tapi robot tidak bisa merasakan keadilan,” ujarnya. Ia juga menyoroti perubahan KUHAP terbaru. “Jika proses lahirnya hukum tidak adil, maka hukum itu tidak bisa disebut adil,” tegasnya. Selama sesi tanya jawab, peserta mengangkat beragam isu mulai dari lingkungan, meritokrasi, tata kelola negara, hingga geopolitik. Rocky menyebut diskusi tersebut sebagai wujud kesadaran kritis diaspora. “Ini bukan sekadar forum, ini community of thought, komunitas yang berpikir, bukan hanya bertepuk tangan,” katanya. Menutup sesi, Rocky kembali mengingatkan pentingnya keberpihakan pada nalar. “Masa depan bangsa tidak membutuhkan dealer kekuasaan, tetapi leader, pemimpin yang berpikir dengan etika, bukan sentimen,” ucapnya. Sementara itu, Reza Abdullah menyampaikan harapan agar Winter Talk menjadi agenda intelektual tahunan. “Kami ingin forum ini menjadi tradisi berpikir, bukan sekali datang, lalu hilang,” tutupnya.

PPI Hiroshima Retains Championship Title at the i-House Festival for the Second Year in a Row!
Hiroshima, November 2nd, 2025 — The Indonesian Student Association of Japan in Hiroshima (PPI Hiroshima) once again achieved a remarkable milestone at the 2025 I-House Festival, proudly retaining its championship title for the second year in a row. 🇮🇩 PPI Hiroshima captivated festival visitors with vibrant cultural performances and the authentic taste of Indonesia, creating a lively atmosphere that showcased the warmth and diversity of Indonesian culture. This year’s culinary highlight, Indonesian Chicken Noodles (Mie Ayam), earned the title of “Most Favorite Dish”, delighting the Hiroshima community with a comforting and flavorful taste of home-cooked Indonesian cuisine. 🍜 Beyond the culinary success, Indonesian students also excelled in individual competitions. Nadila Maghfirah won the Japanese Singing Competition 🎤, performing the heartfelt song “Mirai e” by Kiroro, which touched the audience with its message of hope and friendship. Mohammad Adrian Arsyad triumphed in the Japanese Speech Contest 🗣️, delivering a compelling speech titled “I Love Hiroshima, Japan”, expressing his admiration for the city’s harmony, peace, and community spirit. “These achievements reflect the unity, creativity, and dedication of our members. Through culture and performance, we aim to strengthen mutual understanding and bring Indonesia closer to Japan,” said a representative of PPI Hiroshima. PPI Hiroshima extends heartfelt gratitude to all organizers, participants, and supporters who made this success possible. This double victory once again highlights the association’s commitment to promoting cross-cultural friendship and celebrating Indonesia’s positive spirit in Hiroshima. Long live the spirit of unity and excellence — bringing PPI Hiroshima and Indonesia to The Next Level! 🇮🇩❤️🇯🇵 Media Contact:PPI Hiroshima📧 ppihiroshima@gmail.com📞 +81 80-5287-8558🌐 www.ppihiroshima.org📷 Instagram: @ppihiroshima45▶️ YouTube: ppihiroshima

PPI Hiroshima Showcases Indonesia’s Cultural Diversity at the Higashihiroshima International Festa 2025
Celebrating Unity in Diversity Through Cultural Exchange Higashihiroshima, October 26th, 2025 — The Indonesian Student Association of Japan in Hiroshima (PPI Hiroshima) proudly participated in the Higashihiroshima International Festa 2025, presenting the “Indonesia Exhibition Booth” at Saijo Central Park (Higashihiroshima City Hall North Ground) which supported from the International Exchange Division of the Saijo Residents' Council/西条住民自治協議会国際交流部会のサポート. The Indonesia Booth highlighted the beauty and richness of Indonesian culture through various displays featuring traditional clothing, authentic snacks and cuisine, popular tourism destinations, and a hands-on angklung music activity where visitors could experience playing Indonesia’s traditional bamboo instrument. Visitors also enjoyed a captivating performance of the Cendrawasih Dance from Bali, symbolizing the grace and elegance of the bird from Indonesia. As a gesture of appreciation for visitors’ enthusiasm, PPI Hiroshima distributed 70 free keychains, each representing different ethnic groups across Indonesia — including Javanese, Sundanese, Minangkabau, Bugis, etc. These keychains symbolize Indonesia’s unity amid its vast cultural diversity. “We want to show that Indonesia is not only beautiful for its landscapes but also for its rich and diverse cultures. Through this event, we hope to deepen the understanding and appreciation of Indonesia among the Japanese and international communities,” said a representative from PPI Hiroshima. This event reflects PPI Hiroshima’s ongoing mission to promote cultural diplomacy and strengthen cross-cultural connections through interactive and educational activities. The organization continues to embody its vision, “PPI Hiroshima – The Next Level,” by showcasing the positive image and spirit of Indonesia on the global stage. Media Contact:PPI Hiroshima📧 ppihiroshima@gmail.com🌐 www.ppihiroshima.org📷 Instagram: @ppihiroshima45▶️ YouTube: ppihiroshima

Memeriahkan Hari Peringatan Kemerdekaan Indonesia ke-80 di Hiroshima Bersama Indonesia Culture and Art Festival (JICAF)
Hiroshima, Minggu, 17 Agustus 2025 — Pagelaran budaya JICAF 2025 sukses digelar di Hiroshima I House (Hall) sebagai bagian dari peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Tahun ini merupakan tahun kedua JICAF diadakan. Acara dibuka pukul 13.30 JST dengan upacara peringatan kemerdekaan, dihadiri sekitar 97 pengunjung (dewasa dan anak-anak), termasuk 21 warga Jepang. Sesi sambutan menghadirkan Ketua PPI Jepang Komisariat Hiroshima (PPIH) Duhaul Biqal Kautsar, Video dari Konsul Jenderal RI di Osaka John Tjahjanto Boestam, serta Ketua Hiroshima Indonesia Association (HIA) Matsufuji Kensuke. Setelah itu, pentas diisi beruntun oleh tari, musikalisasi puisi, vokal, paduan suara lintas kebangsaan, hingga kolaborasi musik tradisional Jepang—menunjukkan eratnya persahabatan komunitas Indonesia dan Jepang di Hiroshima. Sorotan penampilan antara lain Tari Merak oleh tim tari tradisional PPIH; musikalisasi puisi “Gugur” (W.S. Rendra) oleh Anita Sari Putri Rehaningrum; vokal solo “Krueng Daroy” oleh Della Ludia; Paduan Suara “Kizuna” yang membawakan “Tanah Airku” (Ibu Sud) dan “Furusato”; musikalisasi puisi “Kamus Kecil” (Joko Pinurbo) oleh Tri Kurniyawaty; serta Tari Kupu-Kupu Tarum oleh Kadek Padhantya Nareswari Wijaya. Kolaborasi dengan Klub Musik Tradisional Jepang Hiroshima University menghadirkan instrumen koto, shamisen, dan shakuhachi melalui karya “Koori no Shizune”. Sebagai penutup, Ensemble Angklung “Seblak Seblak Suweng” membawakan tiga lagu: “Tanah Airku”, “Kampuang Nan Jauh di Mato” (lagu rakyat Minangkabau), serta lagu Ghibli “Itsumo Nandodemo.” Selain penampilan di panggung, pengunjung juga menikmati berbagai camilan khas Indonesia, yang menambah hangatnya suasana kebersamaan.

PPIH dan KMIH Gelar Acara Barbeque Bersama di Musim Panas
Higashihiroshima, 22 Juni 2025 – Persatuan Pelajar Indonesia Hiroshima (PPIH) bekerja sama dengan Keluarga Muslim Indonesia Hiroshima (KMIH) sukses menyelenggarakan acara barbeque bersama pada Minggu, 22 Juni 2025, di Ikoinomori Park, Saijo-Jike, Higashihiroshima-shi. Acara yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 14.00 waktu setempat ini dihadiri oleh warga Indonesia yang tergabung di PPIH maupun KMIH, serta masyarakat umum. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus sarana rekreasi menjelang musim panas. Selain menikmati hidangan barbeque, para peserta juga terlibat dalam berbagai kegiatan santai seperti berbincang santai di tengah suasana alam terbuka di Ikinomori Park. Meskipun terbuka untuk umum, jumlah peserta dibatasi hanya sebanyak 42 orang guna menjaga kenyamanan dan keteraturan acara. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk memperkuat solidaritas dan hubungan antarorganisasi dan antarwarga Indonesia di Hiroshima. Acara serupa diharapkan dapat terus diadakan secara berkala di masa mendatang.

PPI Hiroshima dan Wakai Farm Panen Jagung untuk Dukung Beasiswa Bidik Anak Negeri 2025
Fukuyama, 14 Juni 2025 – Persatuan Pelajar Indonesia Jepang Komisariat Hiroshima (PPIH) bersama Wakai Farm Fukuyama kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan di Indonesia melalui kegiatan panen jagung yang dilaksanakan pada Sabtu, 14 Juni 2025. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari penanaman jagung pada Februari lalu, sebagai bagian dari program penggalangan dana untuk Beasiswa Bidik Anak Negeri 2025. Program beasiswa ini ditujukan bagi siswa SMA berprestasi dari keluarga kurang mampu di Indonesia agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Seluruh hasil panen akan diolah dan disalurkan untuk mendanai program tersebut, menjadi wujud nyata kontribusi pelajar Indonesia di Jepang bagi tanah air. Selain memberikan dampak positif bagi pendidikan, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara pelajar dan komunitas lokal di Fukuyama, serta memperkenalkan Hiroshima University dan PPIH kepada masyarakat Jepang. Ke depannya, PPIH dan Wakai Farm berkomitmen untuk terus menjalankan program ini secara berkelanjutan, agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas baik di Jepang maupun di Indonesia.

PPIH in Hiroshima Choral Club Concert
Hiroshima, 25 Mei 2025 – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia di Hiroshima (PPIH) turut memeriahkan Choral Concert yang diselenggarakan oleh Hiroshima Choral Club. Acara ini berlangsung di Aula Besar JMS Aster Plaza, Kota Hiroshima. Pada kesempatan ini, para anggota PPIH membawakan tarian tradisional Indonesia yang berhasil mencuri perhatian dan mendapatkan sambutan hangat dari para penonton. Penampilan ini menjadi wujud nyata kontribusi budaya sekaligus ajang promosi kekayaan seni tradisional Indonesia di hadapan masyarakat lokal Jepang. Adapun para penampil dalam tarian tersebut adalah Billy Pamungkas, Lulu Sekar Taji, Habibie Baraqbah, Haniyah Salma Iswandi, Ika Yuni Rachmawati, dan Ignacia Nabila Fitri. Mereka turut didampingi oleh Maulana Rezky dalam persiapan dan pelaksanaan kegiatan. PPIH berharap partisipasi aktif seperti ini dapat semakin memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat Hiroshima, serta turut memperkuat citra positif Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Jepang.

PPI Hiroshima dan Wakai Farm Fukuyama Tanam Jagung untuk Beasiswa Bidik Anak Negeri 2025
Fukuyama, 8 Februari 2025 – Persatuan Pelajar Indonesia Jepang Komisariat Hiroshima (PPIH) kembali menggelar kegiatan tanam jagung bersama Wakai Farm Fukuyama. Acara ini merupakan bagian dari upaya penggalangan dana untuk mendukung program Beasiswa Bidik Anak Negeri 2025. Beasiswa Bidik Anak Negeri adalah program bantuan finansial yang diinisiasi oleh pelajar Indonesia di Hiroshima yang pertama kali dilaksanakan pada tahun 2023. Program ini bertujuan untuk memberikan dukungan finansial bagi siswa SMA berprestasi di Indonesia yang kurang mampu untuk meraih impiannya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dana yang terkumpul berasal dari hasil panen jagung yang ditanam dan dipanen oleh para pelajar Indonesia di Wakai Farm Fukuyama. Salah seorang peserta yang berasal dari Korda Chuugoku, mengungkapkan kesannya terhadap kegiatan ini, walaupun "beasiswa jagung" mungkin terdengar lucu bagi beberapa orang, kata ini ternyata ternyata memiliki makna yang mendalam. "beberapa minggu lalu saya Ikut serta dalam kegiatan penanaman jagung ini. selain belajar langsung tentang cara bercocok tanam, saya juga merasakan semangatnya kebersamaan dan kepedulian yang luar biasa. acara yang diselenggarakan oleh PPIH bersama Wakai Farm ini punya tujuan yang sangat mulia. hasil panennya nanti akan disumbangkan untuk membantu pelajar di Indonesia yang membutuhkan." ujar peserta. Ia melanjutkan, "Bagi saya, ini bukan sekadar kegiatan bertani, tapi juga bentuk nyata bagaimana kita, sebagai pelajar di perantauan, tetap bisa berkontribusi untuk sesama. semoga acara seperti ini bisa terus berlanjut dan berkembang, karena manfaatnya begitu besar, baik untuk PPIH maupun Indonesia." Selain mendukung pendidikan di Indonesia, kegiatan ini juga turut memperkenalkan dan mendukung petani lokal dan juga memperkenalkan Hiroshima University dan PPIH kepada para pelajar yang berada di Indonesia. PPIH, bersama dengan Wakai Farm, berkomitmen untuk terus melaksanakan program ini dan berupaya meningkatkan dampaknya bagi masyarakat, baik di Indonesia maupun di Jepang.